Kamis, 03 Juni 2010

Stretching Bikin Tubuh Lebih Lentur


Ketika Anda merasa begitu letih setelah seharian duduk menghadapi komputer, sisihkan waktu untuk melakukan peregangan. Entah yang Anda lakukan hanya sekadar ngulet, pergerakan tersebut tetap akan melemaskan otot-otot yang kaku.

Dave Nuku, pelatih kebugaran untuk The Biggest Loser Asia, mengatakan, seiring pertambahan usia, otot dan urat kehilangan elastisitas. Hal ini membuat tubuh kehilangan koordinasi dan menjadi terbatas kemampuan geraknya. Peregangan dan teknik relaksasi otot dapat memperbaiki kemampuan gerak otot dan melindunginya dari penuaan dini. Jika fleksibilitas sudah Anda dapatkan, tubuh Anda akan memperoleh kebebasan untuk bergerak lebih luwes.

Dalam sebuah studi yang dilaporkan di The Journal of Strength and Conditioning Research, relawan mengikuti latihan kekuatan tiga kali seminggu. Separuh dari mereka menambahkan dua sesi peregangan dalam latihan rutin mereka. Setelah 8 minggu, grup yang menambahkan sesi peregangan ini membuat otot mereka lebih kuat hampir tiga kali lipat.



sumber : kompas

Rangkaian Perawatan Rambut untuk Perempuan Indonesia




Deretan produk yang lahir dari temuan para pakar tersohor dan ahli dermatologi ini di antaranya, Sunsilk Soft & Smooth, Sunsilk Damaged Hair Treatment, Sunsilk Black Shine, Sunsilk Hair Fall Solution, Sunsilk Anti Dandruff, Sunsilk Clean & Fresh, Sunsilk Straight & Sleek, dan Sunsilk Bouncy Curls.

Chris Oey, Senior Brand Manager Sunsilk mengungkapkan, varian terbaru ini merupakan penyempurnaan dari produk Sunsilk yang sudah ada sebelumnya. Artinya, jika Anda ingin mendapatkan perawatan rambut harian di rumah, Sunsilk Co-Creations memberikan nilai tambah dengan sentuhan para pakar rambut dunia.

Salah satunya, Thomas Taw, Co-Creator Sunsilk Damage Hair Treatment dan Sunsilk Soft & Smooth. Thomas hadir dalam peluncuran Sunsilk Co-Creations di Kempinski Ballroom, Jakarta, Rabu (2/6/2010). Thomas merupakan pakar rambut dari London, yang merepresentasikan produk khusus untuk merawat rambut rusak. Sebelumnya, Jamal Hammadi lebih fokus pada perawatan rambut hitam dan mengkilau.

Tidak ada formula yang berbeda dalam produk Sunsilk di Indonesia, yang beriklim tropis, dengan negara lain yang memiliki empat musim. Sunsilk yang di dunia internasional lebih dikenal dengan brand Seda, diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perampuan sesuai tipe dan jenis rambutnya.



sumber : kompas female

Marah Mengurangi Pengaruh Negatif Stres

Huh... marah-marah saja kerjanya, nanti bisa cepat tua! Begitu gerutu Anda saat melihat seseorang yang sangat mudah tersulut amarahnya. Bertentangan dengan apa yang kita yakini selama ini, marah ternyata baik untuk kesehatan.

Emosi yang dikeluarkan saat meluapkan kemarahan mampu mengurangi pengaruh negatif dari stres, demikian menurut para peneliti. Marah akan meningkatkan aliran darah ke bagian dari otak yang terlibat dalam menciptakan perasaan positif.

Kesimpulan ini diperoleh setelah para peneliti mengadakan "eksperimen marah" terhadap 30 pria dengan metode laboratorium sederhana, yaitu 50 kalimat yang dibuat untuk membuat mereka jengkel. Sebelum dan segera sesudah eksperimen tersebut, peneliti mengukur detak jantung responden, tensi urat nadi, hormon stres (testosteron), dan hormon kortisol, sambil melakukan scanning terhadap otak mereka.

Dr Neus Herrero dan timnya mengatakan, penemuan mereka, yang dipublikasikan di jurnal Hormones and Behaviour, memperlihatkan bahwa belahan otak kiri menjadi lebih terstimulasi setelah menjalani eksperimen tersebut. Profesor dari University of Valencia ini mengatakan bahwa daerah depan otak kiri berhubungan dengan perasaan positif, sementara yang kanan lebih berkaitan dengan emosi negatif.

Nah, area sebelah kiri tersebut juga memicu kedekatan yang dapat mendorong rasa bahagia, sementara yang di sebelah kanan mendorong penolakan, rasa takut, dan kesedihan.



sumber : kompas female

Edukasi Nutrisi Menjangkau Posyandu

Sari Husada Indonesia resmi meluncurkan MobiPresinutri, yang akan mendatangi 125 titik di Pulau Jawa hingga 5 Juli 2010. MobiPresinutri merupakan sebuah bus yang dirancang khusus, dimana di dalamnya terdapat sekitar delapan jenis permainan pendukung tumbuh kembang anak, sekaligus wahana edukasi nutrisi bagi ibu dan anak.

George Yudistira, Marketing Manager SGM, mengungkapkan kebutuhan masyarakat mengenai edukasi nutrisi masih belum terpenuhi maksimal. Merespons kebutuhan ini, Sari Husada dengan brand susu formula SGM Eksplor 3 dan SGM Aktif 4, menciptakan MobiPresinutri. Hal ini sekaligus juga menjadi bentuk dukungan Sari Husada mendorong peran posyandu yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

MobiPresunitri akan memulai roadshow di Jabodetabek, serta beberapa kota seperti Sukabumi, Tasikmalaya, Solo, Semarang, Madiun, Malang, dengan total lebih dari 10 kota.

Ignatius Ari Djoko Purnomo, Corporate Communication Sari Husada menjelaskan, selain untuk menjangkau sebanyak mungkin masyarakat, kegiatan ini juga bermaksud memberikan inspirasi bagi pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti posyandu atau puskesmas.Selain posyandu dan puskesmas, MobiPresunitri juga akan mendekatkan edukasi nutrisi di sekolah termasuk pendidikan anak usia dini atau PAUD. Hanya saja durasi kunjungan bus berwarna merah ini tak lama. Satu titik lokasi, seperti di Puskesmas Benhil misalnya, mobil akan parkir setengah hingga satu hari.


sumber : kompas female

Senin, 31 Mei 2010

Lorenzo: Saya Bukan Favorit Juara


Jorge Lorenzo mengawali balapan MotoGP 2010 dengan hasil yang sangat memukau. Pada seri pertama di Qatar, pebalap Spanyol ini finis di urutan dua, dan pada seri kedua di Jerez, Spanyol, 2 Mei lalu, dia finis di urutan pertama, setelah memenangi duel seru dengan kompatriotnya Dani Pedrosa (Repsol Honda).

Dengan demikian, Lorenzo kini mengumpulkan total 45 poin, dan membawanya ke puncak klasemen sementara pebalap. Dia melengserkan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Valentino Rossi, yang kini nangkring di posisi dua dengan poin terpaut empat.

Tak heran jika pada musim ini dia menjadi favorit juara dunia. Performa yang bagus serta ketenangan yang dimiliki membuat mantan juara dunia dua kali kelas 250cc tersebut merupakan kandidat terkuat untuk mengalahkan Rossi, yang dua musim terakhir jadi jawara.

Meskipun demikian, Lorenzo tak mau terlena dengan anggapan tersebut. Pebalap berusia 23 tahun ini mengatakan, dia bukan favorit juara, dan terlalu dini untuk mengatakan dirinya adalah kandidat juara dunia.

"Meskipun menang di Jerez dan mengambil alih posisi nomor satu klasemen sementara, saya terus berpikir bahwa saja bukan favorit karena musim ini masih sangat panjang dan perjalanan baru saja dimulai," ungkap Lorenzo dalam preview tim menghadapi GP Perancis akhir pekan ini.

"Saya sangat senang karena Jerez merupakan kemenangan pertamaku di rumah sendiri di MotoGP."

"Tahun lalu saya menang di Le Mans dalam balapan yang menakjubkan dan gila. Itu sangat menyulitkan karena hujan dan trek kering, tetapi saya pikir semua orang di timku melakukan pekerjaan yang sulit dipercaya sepanjang hari Minggu. Saya pasti akan melakukan semampuku sejak awal hingga akhir. Tetapi saya juga berharap, fans tidak menunggu ulangan tahun lalu pada akhir pekan ini!"

"Tentu saja, cuaca selalu menjadi risiko di Le Mans, tetapi saya berharap panas. Saya sudah dua kali naik podium di sana, tahun lalu dan ketika saya memenangi gelar kedua kelas 250cc sehingga saya ingin berusaha melakukannya lagi. Saya memiliki waktu hampir tiga minggu sejak Jerez dan saya tahu, saya siap menghadapi seri kedua Eropa ini."

Sementara itu, Rossi, yang kondisinya belum fit 100 persen akibat cedera bahu, berharap sudah bisa lebih baik. Dia ingin tampil maksimal sehingga menghadirkan balapan yang seru.
Meskipun menang di Jerez dan mengambil alih posisi nomor satu klasemen sementara, saya terus berpikir bahwa saja bukan favorit karena musin ini masih sangat panjang dan perjalanan baru saja dimulai.
-- Jorge Lorenzo



sumber : kompas

Menjinakkan Utang Kartu


Berapa total tagihan utang kartu kredit Anda saat ini? Rp 8 juta? Dan, Anda hanya mampu membayar tagihan minimum sebesar Rp 800.000 saja setiap bulan? Anehnya, Anda merasa sudah membayar begitu besar, tetapi utang Anda tak juga lunas.

Jangan merasa aneh dulu. Sebelumnya, tahukah Anda bahwa dari jumlah tagihan tersebut, sekitar 35 persennya dibayar untuk administrasi dan sisanya baru untuk pembayaran utang Anda (dengan asumsi bahwa bunga kartu kredit Anda sekitar 3,5 persen)?

Jadi, jika Rp 800.000 Anda bayar bulan ini, maka sekitar Rp 280.000 untuk biaya administrasi (termasuk bunga) dan Rp 520.000 untuk membayar utang Anda. Ini hanya perhitungan kasar, ya. Namun, kurang lebih begitulah sistemnya.

Lumayan besar utang yang harus dibayar, ya? Jadi, jangan heran kalau utang tak segera lunas. Apalagi jika setelah dibayar, kartu kredit digunakan lagi menyamai besar yang baru saja Anda bayar.

Lalu, bagaimana menjinakkan utang kartu kredit? Ada trik dari Beth Kobliner, penulis kolom di surat kabar New York Times dan buku best seller Get a Financial Life, yang bisa dicoba.

Jangan Biarkan Berbunga
Bagaimana caranya? Bayarlah tagihan kartu kredit Anda tepat waktu dan lakukan hal ini rutin setiap bulan. Pihak bank dan penerbit kartu kredit tidak bisa membebankan biaya lebih jika Anda tak terlambat melakukan pembayaran.

Bahkan Anda bisa membuat pihak kartu kredit tiak bisa membungakan pemakaian kartu kredit. Caranya, berbelanja dan bayarlah tagihan di masa grace period. Inilah masa tenggang bebas bunga. Biasanya grace period berlaku selama 25-30 hari. Meski ada juga yang mengurangi grace period menjadi 20-15 hari saja. Bahkan ada yang tak memberikan grace period sama sekali. Kalau ini kasusnya, berarti Anda harus siap membayar lebih atau lunas setiap tagihan.

Bagaimana memanfaatkan grace period ini? Misalnya, tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan Anda pada tanggal 30 setiap bulan. Sementara tagihan kartu kredit setiap tanggal 10. Yang akan ditagihkan pada Anda hanyalah transaksi yang terjadi di bawah tanggal 10 (tanggal 1-10). Jika Anda berbelanja di antara tanggal 11-30 dan membayar juga di masa itu, maka Anda berhasil membuat tagihan tak berbunga berlarut-larut.

Jadi, semakin cepat Anda membayar tagihan kartu kredit, semakin banyak uang yang bisa Anda hemat (karena Anda tak perlu membayar bunga yang terus berbunga). Keterlambatan pembayaran tak hanya membuat Anda harus membayar bunga yang cukup mencekik, tapi juga membuat skor kredit Anda kurang bagus.

Ketahui Batas
Terlalu sering menggesek kartu kredit di berbagai ajang sale dan diskon sering membuat kita lupa akan limit kredit yang kita punya. Bayangkan jika pemakaian ketiga kartu kredit Anda melebihi batas? Berapa besar denda yang harus dibayarkan untuk ketiga kredit itu? Berapa pun jumlahnya, pasti bisa membuat Anda tak bisa berbelanja di bulan berikutnya.

Inilah yang seringkali kita abaikan. Padahal, kalau saja Anda tahu dendanya bisa mencapai 30 persen dari tagihan, Anda tentu akan berpikir berkali-kali sebelum menggesek kartu hingga over limit. Anggapan bahwa jika memakai kartu kredit hingga over limit dan membayarnya sebelum jatuh tempo, tak akan menimbulkan masalah, sebaiknya Anda tinggalkan.

Memang banyak perusahaan penerbit kartu kredit tidak ingin mempermalukan Anda dan kehilangan customer mereka sehingga membiarkan sejumlah pemakaian kartu bisa sedikit melebihi batas. Dan, karena tak ada penolakan, kita pun merasa aman untuk megulanginya. Perlu diingat, setiap kali memakai kartu melebihi batas kredit, Anda akan tetap dikenakan bunga tinggi plus denda. Jadi, pikir-pikir lagi, ya.

Bayar Lebih
Mari kembali ke ilustrasi di depan. Jika utang Anda Rp 8 juta dan Anda hanya melakukan pembayaran minimum sebesar 10 persen dari tagihan, berapa lama utang Anda akan lunas? Jika kartu kredit terus dipakai dan tagihan hanya dibayar minimum setiap bulan, dijamin saldo utang Anda tidak akan pernah bertemu dengan angka nol.

Namun, jika Anda membayar dengan cara mencicil secara tetap, angka nol bukan sekadar impian. Misalnya saldo utang Rp 8 juta, maka pembayaran minimum bulan ini adalah Rp 800.000. Setelah dibayarkan, bulan depan saldo utang akan menjadi Rp 8 juta - Rp 800.000 + bunga. Minimum payment yang tertera di tagihan akan turun.

Usahakan tetap membayar sebesar itu, meski artinya Anda membayar lebih dari pembayaran minimum yang diharuskan. Begitu seterusnya, saldo utang pun akan lebih cepat turun dan segera mencapai angka nol. Setelah saldo kartu kredit menjadi nol, silakan dipakai lagi. Namun, ingat, jangan tergelincir lagi dengan utang kartu kredit.



sumber : kompas

Gosok Gigi Teratur Mencegah Penyakit Jantung


Gigi yang putih dan sehat ternyata tidak hanya penting untuk kesehatan sekitar gigi dan mulut, tetapi juga jantung. Bagaimana kaitan antara gigi dan jantung ini?

Para dokter mendapati bahwa orang yang menggosok giginya secara teratur setiap hari cenderung menurunkan risiko perkembangan penyakit jantung daripada yang tidak rajin menggosok gigi. Menurut sebuah studi yang diadakan oleh British Medical Journal, mereka yang tak pernah atau hanya kadang-kadang saja menggosok gigi dua kali sehari akan meningkatkan risiko penyakit jantung itu hingga 70 persen.

Sebenarnya sudah sejak lama para ilmuwan mencurigai adanya kaitan antara penyakit gusi dan masalah jantung, namun ini adalah studi pertama mengenai bahaya kurangnya kebersihan gigi. Para peneliti masih belum yakin mengenai alasan tepat untuk kaitan tersebut, namun menduga bahwa kondisi tersebut merupakan akibat peradangan di dalam mulut dan gusi. Mereka meyakini bahwa peradangan ini berhubungan dengan terbentuknya pembuluh yang tersumbat.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa risiko penyakit jantung akibat kurangnya kebersihan gigi relatif masih rendah. Terbukti, dalam survei yang melibatkan lebih dari 11.000 orang, hanya 71 persen yang mengatakan bahwa mereka menggosok gigi dua kali sehari, dan hanya 62 persen yang mengakui hanya melakukan kontrol gigi ke dokter setiap enam bulan.

"Penelitian kami menegaskan dan menguatkan kaitan yang antara kebersihan gigi dan risiko penyakit jantung tersebut," tukas Professor Richard Watt, penulis penelitian tersebut.

Sebenarnya sih, sejak kecil kita memang sudah diajarkan untuk menggosok gigi setidaknya dua kali sehari. Jadi, jika kita memang mengikuti ajaran tersebut, tak ada yang perlu dikhawatirkan, kan?


sumber : kompas